Sejak punya anak, tujuan dan fokus hidup saya berubah tanpa disadari.  Beberapa perubahan misalnya :

1. Dulu cita cita saya pingin kuliah sampe jenjang S3 , Sekarang pingin ngumpulin duit supaya anak saya bisa kuliah sampe jenjang S3.

2. Dulu target saya di umur segini dah punya 1 mobil sedan mewah isi 2 seat khusus buat saya, Sekarang kenyataannya punya mobil standar isi 7 seat cukup untuk seluruh keluarga dengan ban besar yang tahan banjir. 

3. Dulu salah satu keinginan saya adalah di umur segini sudah menjadi direktur di perusahaan bonafid, Sekarang karena sering bolos untuk keperluan anak-anak yang penting digaji dengan rate gaji yang terus naik, soal jabatan gag jadi soal yang penting digaji cukup tiap bulannya (minimalis).

4. Dulu pingin jalan jalan ke eropa dengan uang hasil sendiri, Sekarang uangnya dikumpulin buat sekolah anak-anak, traveling urusan belakangan.

5. Dulu pingin punya rumah yang geedeeeee banged tapi cukup satu aja, Sekarang pingin supaya anak-anak saya dialokasikan rumah / tanah cukup yang kecil kecil karena harga properti yang terus naik.

6. Dulu cita cita pingin serius jadi wanita karier multi talenta, Sekarang cita cita saya kalau bisa gag usah kerja, di rumah aja dan menjadi guru bagi anak anak saya.

Anak saya yang pertama umur 6 thn, thn ini akan masuk SD.  Karena sejak kelompok bermain saya menyekolahkannya di sekolah swasta A maka rencananya untuk SD pun demikian.  Ujian masuk sudah dilalui anak saya dengan hasil yang “Baik”.  Tidak lama setelah hasilnya keluar, saya dan suami saya dikirimkan “tagihan” masuk SD yang sangat mengejutkan, 15 jt (belum termasuk uang buku) dan harus dibayarkan paling telat 2 minggu setelah pengumuman hasil.  Saya bersikeras tidak mau mengambil “tabungan” yang merupakan sumber dana taktis.  Malah kami berpikir untuk menyekolahkan di SD negri saja, banyak kok SD negri yang bagus gag perlu bayar bahkan bukupun gratis.  Karena pernah di industri penerbitan buku pelajaran saya mengurungkan niat saya untuk menyekolahkan anak saya di SD negri karena saya mengetahui kualitas buku-buku yang digunakan dan sudah diatur pemerintah untuk sekolah negri, pengaturan perbukuan oleh pemerintah menurut saya malah akan menambah jurang kualitas dari sumber ajar bagi anak-anak.  Sekolah negri hanya dapat berkutat pada buku yang diatur pemerintah sedangkan sekolah swasta bebas berekspresi dan menentukan pilihan bahan ajarnya sendiri.  Sekolah swasta yang saya ketahui penggunaan buku ajarnya sudah jauh melampaui sekolah negri.  Akhirnya kami memutuskan untuk tetap menyekolahkan anak saya di SD swasta A sampai paling tidak SMP dan sudah terbentuk kecerdasan bawaannya dan jika memang harus pindah ke sekolah negri, kami akan lakukan di jenjang SMA.  Alhamdulillah dengan segala daya upaya dan tanpa mengganggu tabungan “dana taktis” kami, kemarin kami BERHASIL melunasi uang masuk SD anak perempuan kami.  Selamat ya…iyaa…

Saya bekerja di perusahaan rokok dan suami saya bekerja di Bank.  Apakah berarti kami sekeluarga dihidupi oleh “yg haram” ? dilematis sekali. Katanya kalau mendapatkan penghasilan dari yang haram uangnya juga cepat lenyapnya ? Ada orang chinese yang ketika mengunjungi rumah saya dia bilang kalau rumah saya terlalu banyak pintunya sehingga rejeki yang masuk juga cepat keluar.    Apakah karena pintu atau karena penghasilan kami yang kami peroleh dari industri yang haram yang menyebabkan uang yang masuk bagai aer cepet nguap dan ngilang tak berbekas.

Anak saya umur 2 tahun 3 bulan selain susah makannya dia juga tidak mau makan nasi. Sampe sekarang makanannya di blender.  Makanan keras seperti biskuit cuman di emut kalau sudah lumat kadang di telan kadang di lepehkan.  Gimane caranye ngajarin supaya dia mengunyah makanan dan menelan.  Dan lebih anehnya lagi setiap makan dia harus di stelin videoklipnya ST12 , kalau enggak waa bakalannya di semburin itu makanan dan gag bisa diem jadi prosesnya akan jauh lebih lama.  Kalau ada jadwal ke luar kota itulah yang paling merepotkan,  selalu harus bawa itu DVD video klip ST12 atau

band Indonesia lainnya kalau enggak bakalannya dia gak mau makan, kalau udah kayak begini cuman 1 andelan saya “pediasure”. kasih terus itu pediasure 5 kali sehari.

st12

Sepertinya semua dah tau dan semua dah ngarti pokoke merokok itu gag baik.  Fatwa yang sedang diperdebatkan sekarang sebenernya dah tertulis dibawah semua iklan rokok dan peraturan pemerintah mengenai pelarangan merokok di tempat umum.  Fatwa ini gag bakalan “Ngefek” ke industri rokok besar malah yang kasian itu industri rokok yang kecil kecil dan lokalan yang perubahan sedikit saja dari angka penjualannya bisa merontokkan seluruhnya.  Perusahaan rokok besar malah diuntungkan dengan hal ini dan tentu saja rokok-rokok merek aneh aneh yang dikeluarkan oleh perusahaan rokok besar untuk “menusuk” pesaing pesaingnya akan rontok satu persatu. “HOORAY” kata si Gudang Garam , MUI is doing Gudang Garam dirty job for the last 10 years.

Oo iya harusnya fatwanya juga menekankan bahwa orang yang sakit kanker khususnya kanker paru paru juga diharamkan merokok.

parisj

mandi-air-anget

Ayo semuanya nyemplung..plung..plung..plung

epo

Inspeksi strawberry … “yah bagus strawberry nya merah merah”

branding-mobil1

“Latifah hari ini belajar apa” –> “Menarik garis mah” –”hah menarik garis terus tiap hari”, gitu kira kira percakapan saya dengan latifah anak tertua saya tiap hari.  Kadang bingung, sudah bayar sekolah mahal mahal kenapa kok anak saya tiap hari belajarnya cuman nariiiikkk garriisss duang ???  Naaahh beberapa waktu yang lalu saya ikut seminary mengenai PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dari situ saya mengerti btulll kenapa si latifah sama gurunya diajarin narik gariss terus sampe luruuuuss.  Penjelasannya kira kira bgini (mudah-mudahan saya ndak salah) : Perkembangan otak anak dibawah 5 tahun itu sangat kompleks, pada masa-masa tersebut sangat penting untuk bagian otak yang namanya “modula fodeunge” untuk dikembangan. Bagian otak ini yang nantinya mengatur pengambilan keputusan antara baik dan buruk bahkan di area yang sangat abu abu sekalipun.  Semakin terasah maka si anak semakin siap untuk menghadapi keputusan keputusan yang bedanya sangat tipis antara hal yang benar dan yang tidak.  Jika tidak diasah dengan baik maka fungsi bagian ini menjadi berkurang sehingga keputusan yang salah sering diambil oleh si anak misalnya saja keputusan untuk menggunakan narkoba.  Salah satu cara untuk mengasahnya adalah dengan melakukan hal hal detail menggunakan tangan, bola mata dan reflex otak misalnya menarik garis mulai dari garis yang tebal, sedang, tipis sampe lurrrruuuusss.

Terkadang sebagai orangtua, saya selalui ingin anak saya bisa lebih pintar dari anak anak sebayanya, padahal yang paling penting adalah psikologis dan neurological thinking dari si anak karena hal tersebut menentukan masa depannya bukan hanya perkembangan kognitif semata.