Anak saya no.2 sejak lahir menderita cacat bawaan yang istilah kedokterannya adalah Hypospadia Peniscrotal yaitu kelainan bentuk penis sehingga mengakibatkan pipisnya tidak dapat lurus seperti laki2 normal. Kelainan bentuk ini ditandai dengan ujung penis agak bengkok karena adanya jaringan chorde dan lubang pembuangan urin yang tidak berada di ujung penis melainkan di bawah.  4 Juni 2009 kemarin anak saya sudah melakukan operasi.  Saya mendokumentasikannya disini sbb :

1. 23 May 2009 : Kami melakukan konsultasi dengan dokter bedah urology di RS Pondok Indah yang katanya “paling jago” dan kejagoannya diakui di dunia, namanya prof. Djoko Rajardjo.  Sepertinya si emang jago, ciri khas dokter ini adalah adanya rambut yang tumbuh di kedua telinganya sehingga membuat saya tidak konsen mendengarkan penjelasannya.  Dokter ini  mungkin saking jagonya malah merekomendasikan saya ke RSCM dengan Dr. Arry Rodjani yang katanya RSCM ini memiliki team khusus Hypospadia dengan jam terbang cukup tinggi.  Memang jenis operasi ini memerlukan jam terbang tinggi untuk keberhasilannya.

2. 28 May 2009 : Kami pigi ke RSCM, ini merupakan pengalaman pertama kami konsultasi ke RSCM.  Sehari sebelumnya kakeknya Atallah sudah survey dan sudah menemukan klinik khusus urology yang dimaksud dr. Djoko. Di RSCM itu parkir sulliitt sekali penuh sesak sama mobil dan orang, jadi saya turun duluan dan dengan sok tau langsung ke klinik urology. Sempet panik karena tempatnya panas dan bejubel dan anak saya dapat nomor yang gede, bisa bisa nervous dan rewel karena panas.  Ternyata Alhamdulillah saya salah lokasi, ada klinik khusus yang sama di lt.1 (sedangkan saya ngacir ke lt.2) yang tempatnya lebih manusiawi (pake AC, tempat duduk banyak kosong) sesuai survey si kakek kemarin.  Ternyata di RSCM itu ada yang namanya swadaya dan swadana yang fasilitasnya juga dibedakan, pastinya swadana lebih dingin daripada swadaya.

Ketemua dr.arry dan team, yang tampak sudah berpengalaman adalah dr. arry rodjani karena sudah ada embel2 dokter spesialis urology (SpU) sedangkan team lainnya masih pada pake ransel sepertinya masih pada magang dan tampangnya itu lho mengingatkan saya waktu masih kuliah dulu. Hasil konsultasi mengharuskan saya memilih dokter anak yang praktik di RSCM (dokternya Atallah prakteknya di Mitra Keluarga) dan harus melengkapi tes darah lengkap, urin dan rontgen thorax.  Tadinya mau tes di RSCM sekalian, tapi kok yang ngantri banyak dan panas. Karena diperbolehkan tes dimana saja, saya bawa ke Mitra Keluarga Kelapa Gading untuk tes Darah, Urin dan Rontgen.Mulai dari sini anak saya mulai menderita diambil darahnya dengan tangisan yang menyayat perasaan saya, tapi saya harus kuat deh mengingat apa yang harus kami jalani sebentar lagi.. Ayo yang kuat jangan sampe saya ikutan nangis di depan anak saya.

3. 1 Juni 2009 : Kami ke RSCM untuk memberikan hasil dan meminta rekomendasi dokter anak untuk pelaksanaan bedah.  Kami dianjurkan ke Prof.Taralan yang merupakan dokter anak subspesialis Endokrin.  Alhamdulillah hasil tesnya semua baik dan ok untuk operasi.  Saya nanya ada kali ke 6 orang untuk menemukan poli anak ini.  Hanya saja saat itu anak saya masih batuk sehingga pada hasil rontgen masih keliatan adanya “slam”.  Setelah dapat rekomendasi “OK” saya balik ke klinik urology untuk melakukan penjadwalan operasi dengan Dr. Ilham/Dr.Tyas, sayang sesampainya disana keduanya lagi melakukan operasi.  2 Jam menunggu akhirnya ketemua juga dengan Dr. Ilham, ini lebih muda lagi perawakan mirip keanu di pilem Speed akan segera menjadwalkan operasi dan saya segera memesan kamar di Pavilyun Tumbuh Kembang Anak (divisi Swastanya atau Swadana poli anak di RSCM). Kamar penuh semua, semua tipe kamar disini adalah VIP dan rencananya akan ada anak yang akan pulang hari Rabu 3 Juni 2009 dan mudah-mudahan itu anak jadi pulang karena kalau tidak Atallah tidak dapat kamar.

—berlanjut—